Membuat Services MongoDB di Windows

Sebelumnya kita telah menginstalasi mongodb pada komputer dengan OS windows 7.

Dalam menjalankan mongodb apabila menggunakan cara yang manual seperti tutorial sebelumnya tentu akan sangat merepotkan. Pasalnya jika kita mematikan komputer kita, maka kita harus mengetikan perintah tersebut untuk menjalankan monggodb.

Oleh karena itu kita perlu membuat services pada komputer anda agar anda tidak perlu repot lagi mengetikan perintah yang sama untuk menjalankan mongodb pada lokal komputer anda.

Step 1 – Patching MongoDB

  • Membuka Control Panel > System and Security > System. Lalu anda pilih Advanced System Setting
  • Pada tab Advanced anda klik envirotment variable
  • pilih path pada sistem variable, kemudian klik tombol edit
  • Pada akhir path di tambahkan titik koma sebagai pemisah path. Kemudian anda tambahkan path direktori tempat anda menginstal mongodb. pada tutorial sebelumnya kita menginstal pada direktori C:\ maka kita cukup menambahkan C:\MongoDB\bin. Anda harus hati-hati dalam penambahan variable path jangan sampai ada variable yang terhapus atau lupa menambhakan titik komanya.
  • Kemudian klik ok untuk menyelesaikan penambahan path
  • Selanjutnya anda dapat membuka command promp (cmd) dan mengetikan perintah mongo -version. Maka akan muncul versi dari mongo yang sudah kita instal, dan dengan demikian maka anda telah berhasil melakukan patch pada komputer anda.

Step 2 – Membuat File Configuration

  • membuat direktori bernama log pada C:\data. Dan membuat file yang bernama mongod.cfg
  • kemudian anda mengetikan perintah berikut ini pada file mongod.cfg. kemudian save.
systemLog:
    destination: file
    path: c:\data\log\mongod.log
storage:
    dbPath: c:\data\db
  • Setelah itu anda jalankan command promp (cmd) sebagai administrator dengan cara klik kanan > pilih run as administrator
  • anda dapat mengetikan perintah sebagai berikut
mongod --config C:\data\mongod.cfg –install
  • Anda dapat membuka services system dengan cara klik Control Panel > All Control Panel Items > Administrative Tools > services. Maka disana akan ada lokal servis yang benama MongoDB Server. dan sampai disini anda telah berhasil menginstal MongoDB services

Step 3 – Menjalankan Services

  • Untuk menjalankan services anda perlu membuka command promp (cmd) sebagai administrator. dan mengetikan perintah net start MongoDB
  • Services berhasil dijalankan dan jika anda masuk ke system service maka status MongoDB menjadi started

Step 3 – Perintah Untuk Menghetikan services

  • Untuk menghentikan services anda dapat melakukan dengan cara membuka command prompt sebagai administrator dan kemudian mengetikan perintah sebagai berikut

Kita memerlukan satu tools lagi untuk mempermudah kita dalam mempelajari mongodb. tools yang akan kita install adalah robo 3T.

langsung saja ke artikel selanjutnya.

Instalasi MongoDB di Windows

Sebelum memulai tutorial selanjut hal yang harus dipersiapkan adalah tools untuk membantu proses pembelajaran kita. Adapun tools tersebut adalah instalasi mongoDB dan kita akan menggunakan robo 3T.

Continue reading “Instalasi MongoDB di Windows”

Array: penggunaan some() pada array.

Artikel sebelumnya kita telah membahas method every(), sebetulnya method every() dan some() hampir mirip. Namun yang membedakan mereka adalah jika every() akan menghasilkan true apabila seluruh elemen sesuai dengan kriteria dari fungsi yang telah ditentukan. Akan tetapi untuk method some() hanya perlu satu element saja yang memenuhi kriteria dan akan menghasilkan nilai true.

Some() akan melakukan pengecekan keseluruh element dari awal sampai akhir element untuk menguji berdasarkan fungsi yang telah di tentukan.

Apabila terdapat satu elemen yang memenuhi kriteria maka some() akan menampilkan output true. Sedangkan jika tidak menemukan kriteria yang di maksud maka some() akan mencari hingga akhir elemen. Jika semua elemen tidak memenuhi kriteria maka some() akan menghasilkan nilai false.

Syntak

arr.some(callback(element[, index[, array]])[, thisArg])

callback: adalah fungsi untuk memanggil elemen array untuk dilakukan pengujian. Hasil dari pengujian oleh fungsi ini adalah berupa boolean

element: element pada array yang sedang di proses oleh method some()

index: penggunaan optional menunjukan index pada array yang sedang diproses

array: penggunaanya juga optional, pada argumen ini menunjukan array yang sedang dipanggil.

Contoh dan Cara kerja Some()

Contoh#1

Perhatikan kode ini agar anda mudah untuk memahami cara kerja some terhadap suatu array.

const arrays = [4, 6, 3]

// membuat fungsi callback yang bernama cekArray 
function cekArray(element) {
   // cek setiap elemen apakah lebih besar dari 5?  
   return element > 5
}

console.log(arrays.some(cekArray)) // output -> true 

Pada kode diatas fungsi cekArray adalah callback untuk yang bertugas mengecek semua element array apakah lebih dari 5. untuk cara kerja yang lebih detil anda dapat melihat gambar berikut ini.

  • Callback mengecek pada elemet pertama
  • Callback menemukan kriteria pada element kedua dan mengembalikan output true. Sehingga javascript akan mengabaikan elemen selanjutnya

Contoh#2

const arrays = [4, 2, 3]

// membuat fungsi callback yang bernama cekArray
function cekArray(element) {
   // cek setiap elemen apakah lebih besar dari 5?  
   return element > 5
}

console.log(arrays.some(cekArray)) // output -> false

Output yang dihasilkan adalah false karena callback telah menguji semua array dan tidak mendapatkan kriteria nilai element lebih dari 5.

  • fungsi callback melakukan pengecekan pada element pertama
  • fungsi callback melakukan pengecekan pada element yang kedua
  • Output yang dihasilkan adalah false karena elemen pada array semuanya tidak lebih dari 5.

Dalam tutorial kali ini saya harap anda mengerti penggunaan some() dan dapat membedakan penggunaan some() dan every().

Array: Perulangan Dengan Method every()

Penggunaan every() pada array akan melakukan perulangan kesemua element pada array dan mengecek satu persatu setiap element array. Setelah dicek maka every() akan mengembalikan nilai boolean.

fungsi dari every() adalah untuk melakukan test terhadap array.

Syntak

Sintak pada every sebagai berikut:

array.every(callback(element[, index[, array]])[, thisArg])

callback : adalah fungsi yang akan memanggil setiap element array dan akan mengecek nilai element array yang dipanggilnya.

argument element : nilai pada array saat dilakukan pengecekan

argument index : penggunaannya optional pada index menyatakan index pada array

argument array : penggunaannya optional dan merupakan array yang telah dipanggil oleh every()

Contoh dan Mekanisme Kerja Every()

Perhatikan kode berikut ini agar lebih mudah memahami cara kerja every terhadap suatu array.

const arrays = [40, 20, 30]

// fungsi untuk mengecek nilai array Apakah lebih kurang dari 50?
function tesArrays(nilaiArray) {
   return nilaiArray < 50
}

// menampilkan 
console.log(arrays.every(tesArrays)) // output -> true 

Cara kerjanya adalah kode membuat fungsi dengan nama tesArray fungsi ini bekerja sebagai callback. Kemudian callbackk akan mengecek setiap element array apakah nilai array kurang dari 50. Apabila memenuhi kriteria maka output yang dihasilkan adalah true.

Perhatikan gambar berikut untuk melihat detail dari cara kerjanya.

  • Pengecekan terhadap elemet yang pertama
  • Pengecekan terhadap elemen yang kedua
  • Pengecekan terhadap elemen yang terakhir

contoh diatas adalah every() yang menghasilkan nilai true dikarenakan semua nilai pada array lebih kecil dari 50. Namun anda dapat perhatikan contoh berikut ini.

const arrays = [20, 50, 30]

// fungsi untuk mengecek nilai array Apakah lebih kurang dari 45?
function tesArrays(nilaiArray) {
   return nilaiArray < 45
}

// menampilkan 
console.log(arrays.every(tesArrays)) // output -> false 

Pada callback yang kedua menyatakan bahwa 50 tidak lebih kecil dari 45 oleh karena itu proses terhenti (jadi element array berikutnya diabaikan) dan menghasilkan nilai false.

Kenapa Harus Menggunakan every()

Alasan sederhananya adalah berdasarkan fungsinya dari every() yang melakukan pengecekan berulang-ulang kesetiap elemen array dan menghasilkan nilai Boolean (true/false) maka hal ini jauh lebih mudah dilakukan dengan menggunakan every() dibandingkan dengan perulangan yang lainnya seperti for, for..of dan map, reduce dan lain-lainnya.

 

Array: Apa itu Tipe Data Array pada Javascript

Perkenalan

Array merupakan tipe data yang bersifat mutable yang berarti tipe data ini dapat dilakukan perubahan berdasarkan method yang telah disediakan oleh array.

Array jika di terjemahkan dalam bahasa indonesia adalah larik. Pada javascript array merupakan objek global yang berfungsi menyimpan banyak data yang berbeda dalam suatu array.

Dalam dokumentasi resmi menyebutkan array seperti struktur data objek yang berupa list / atau berupa daftar dalam satu array (larik). Penggunaan array javascript sangat flexible, artinya dalam satu array dapat terdiri dari beberapa data dengan berbagai macam tipe data yang berbeda.

Inisialisasi

Terdapat dua cara yang cukup dikenal untuk mengisialisasi array yang pertama dengan menggunakan kurung siku [ ] dan kedua memangil instasi objek array.

// insialisasi array 
// -----------------

// cara yang pertama.
const array1 = [element0, element1,...elementN)

// cara yang kedua
const array2 = new Array(element0, element1,...elementN) // cara yang buruk!

Sebaiknya kita mendeklarasikan data array menggunakan cara yang pertama. Karena cara kedua adalah cara yang buruk dalam mendeklarasikan array.

Data yang disimpan dalam array disebut dengan element. Setiap element pada array dipisahkaan dengan koma (,). Element pada array yang menjadi objek, oleh karena itu array disebut sebagai struktur / tipe data objek.

Perhitungan element pada array disebut dengan index. Uniknya adalah index element array di mulai dari nol (0). Perhatikan kode berikut ini.

const arrays = ['iqbal', 23, true]

console.log(arrays[0]) // output -> iqbal
console.log(arrays[1]) // output -> 23
console.log(arrays[2]) // output -> true

Contoh diatas adalah array yang bersifat heterogen yang berarti dalam suatu array memiliki tipe data yang berbeda untuk setiap elementnya. Namun array juga memiliki sifat yang homogen yang berarti elemen-elemen pada array memiliki tipe data yang sama.

Length pada array

Sesuai dengan namanya, length jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia berarti panjang. Artinya panjang dari array bergantung dari jumlah elemen-elemen yang terdapat didalam array. Jadi penggunaan length secara spesifik adalah menghitung jumlah keseluruhan elemen dari array.

const arrays = ['iqbal', 23, true]

console.log(arrays.length) // output -> 3 

Akses Data Pada Array

Akses data pada array yaitu dengan cara menyebutkan nomor index pada element array yang ingin di akses. Sebagaimana telah di singgung bahwa element array dimulai dari nol (0). Dan mengaksesnya harus perlu menggunakan menggunakan kurung siku diikuti dengan nomor index yang ingin diakses

const arrays = ['iqbal', 23, true]

console.log(arrays[0]) // mengakses index 1 
console.log(arrays[1]) // mengakses index 2 
console.log(arrays[2]) // mengakses index 3

dan untuk mengkases mengakses index terahkir dari array dapat menggunakan method length – 1

// mengakses index terakhir dari array 
const arrays = ['iqbal', 23, true]

console.log(arrays.length -1) // output -> true 

Ada banyak sekali method yang ada array. Namun kita akan membahas method yang sering digunakan pada saat development. Atau anda dapat membaca langsung semua method pada array javascript di dokumentasi resmi pada link dibawah ini

Dokumentasi Resmi Array Javascript

 

Don’t Give a Fuck— Part 1 : Kesialan Dari Teknologi.

“Bodo amat adalah resep untuk membuat anda bahagia”!

Saya sudah coba merangkai kata untuk menggambarkan persaan saya saat ini. Cuma kalimat “Dont give a fuck” yang menurut saya cukup pantas untuk mendeskripsikan apa yang saya rasakan.

Anda juga perlu mengaplikasikan sikap Bodo amat dalam hidup anda!

Continue reading “Don’t Give a Fuck— Part 1 : Kesialan Dari Teknologi.”