Array: Perulangan Dengan Method every()

Penggunaan every() pada array akan melakukan perulangan kesemua element pada array dan mengecek satu persatu setiap element array. Setelah dicek maka every() akan mengembalikan nilai boolean.

fungsi dari every() adalah untuk melakukan test terhadap array.

Syntak

Sintak pada every sebagai berikut:

array.every(callback(element[, index[, array]])[, thisArg])

callback : adalah fungsi yang akan memanggil setiap element array dan akan mengecek nilai element array yang dipanggilnya.

argument element : nilai pada array saat dilakukan pengecekan

argument index : penggunaannya optional pada index menyatakan index pada array

argument array : penggunaannya optional dan merupakan array yang telah dipanggil oleh every()

Contoh dan Mekanisme Kerja Every()

Perhatikan kode berikut ini agar lebih mudah memahami cara kerja every terhadap suatu array.

const arrays = [40, 20, 30]

// fungsi untuk mengecek nilai array Apakah lebih kurang dari 50?
function tesArrays(nilaiArray) {
   return nilaiArray < 50
}

// menampilkan 
console.log(arrays.every(tesArrays)) // output -> true 

Cara kerjanya adalah kode membuat fungsi dengan nama tesArray fungsi ini bekerja sebagai callback. Kemudian callbackk akan mengecek setiap element array apakah nilai array kurang dari 50. Apabila memenuhi kriteria maka output yang dihasilkan adalah true.

Perhatikan gambar berikut untuk melihat detail dari cara kerjanya.

  • Pengecekan terhadap elemet yang pertama
  • Pengecekan terhadap elemen yang kedua
  • Pengecekan terhadap elemen yang terakhir

contoh diatas adalah every() yang menghasilkan nilai true dikarenakan semua nilai pada array lebih kecil dari 50. Namun anda dapat perhatikan contoh berikut ini.

const arrays = [20, 50, 30]

// fungsi untuk mengecek nilai array Apakah lebih kurang dari 45?
function tesArrays(nilaiArray) {
   return nilaiArray < 45
}

// menampilkan 
console.log(arrays.every(tesArrays)) // output -> false 

Pada callback yang kedua menyatakan bahwa 50 tidak lebih kecil dari 45 oleh karena itu proses terhenti (jadi element array berikutnya diabaikan) dan menghasilkan nilai false.

Kenapa Harus Menggunakan every()

Alasan sederhananya adalah berdasarkan fungsinya dari every() yang melakukan pengecekan berulang-ulang kesetiap elemen array dan menghasilkan nilai Boolean (true/false) maka hal ini jauh lebih mudah dilakukan dengan menggunakan every() dibandingkan dengan perulangan yang lainnya seperti for, for..of dan map, reduce dan lain-lainnya.

 

Array: Apa itu Tipe Data Array pada Javascript

Perkenalan

Array merupakan tipe data yang bersifat mutable yang berarti tipe data ini dapat dilakukan perubahan berdasarkan method yang telah disediakan oleh array.

Array jika di terjemahkan dalam bahasa indonesia adalah larik. Pada javascript array merupakan objek global yang berfungsi menyimpan banyak data yang berbeda dalam suatu array.

Dalam dokumentasi resmi menyebutkan array seperti struktur data objek yang berupa list / atau berupa daftar dalam satu array (larik). Penggunaan array javascript sangat flexible, artinya dalam satu array dapat terdiri dari beberapa data dengan berbagai macam tipe data yang berbeda.

Inisialisasi

Terdapat dua cara yang cukup dikenal untuk mengisialisasi array yang pertama dengan menggunakan kurung siku [ ] dan kedua memangil instasi objek array.

// insialisasi array 
// -----------------

// cara yang pertama.
const array1 = [element0, element1,...elementN)

// cara yang kedua
const array2 = new Array(element0, element1,...elementN) // cara yang buruk!

Sebaiknya kita mendeklarasikan data array menggunakan cara yang pertama. Karena cara kedua adalah cara yang buruk dalam mendeklarasikan array.

Data yang disimpan dalam array disebut dengan element. Setiap element pada array dipisahkaan dengan koma (,). Element pada array yang menjadi objek, oleh karena itu array disebut sebagai struktur / tipe data objek.

Perhitungan element pada array disebut dengan index. Uniknya adalah index element array di mulai dari nol (0). Perhatikan kode berikut ini.

const arrays = ['iqbal', 23, true]

console.log(arrays[0]) // output -> iqbal
console.log(arrays[1]) // output -> 23
console.log(arrays[2]) // output -> true

Contoh diatas adalah array yang bersifat heterogen yang berarti dalam suatu array memiliki tipe data yang berbeda untuk setiap elementnya. Namun array juga memiliki sifat yang homogen yang berarti elemen-elemen pada array memiliki tipe data yang sama.

Length pada array

Sesuai dengan namanya, length jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia berarti panjang. Artinya panjang dari array bergantung dari jumlah elemen-elemen yang terdapat didalam array. Jadi penggunaan length secara spesifik adalah menghitung jumlah keseluruhan elemen dari array.

const arrays = ['iqbal', 23, true]

console.log(arrays.length) // output -> 3 

Akses Data Pada Array

Akses data pada array yaitu dengan cara menyebutkan nomor index pada element array yang ingin di akses. Sebagaimana telah di singgung bahwa element array dimulai dari nol (0). Dan mengaksesnya harus perlu menggunakan menggunakan kurung siku diikuti dengan nomor index yang ingin diakses

const arrays = ['iqbal', 23, true]

console.log(arrays[0]) // mengakses index 1 
console.log(arrays[1]) // mengakses index 2 
console.log(arrays[2]) // mengakses index 3

dan untuk mengkases mengakses index terahkir dari array dapat menggunakan method length – 1

// mengakses index terakhir dari array 
const arrays = ['iqbal', 23, true]

console.log(arrays.length -1) // output -> true 

Ada banyak sekali method yang ada array. Namun kita akan membahas method yang sering digunakan pada saat development. Atau anda dapat membaca langsung semua method pada array javascript di dokumentasi resmi pada link dibawah ini

Dokumentasi Resmi Array Javascript

 

Don’t Give a Fuck— Part 1 : Kesialan Dari Teknologi.

“Bodo amat adalah resep untuk membuat anda bahagia”!

Saya sudah coba merangkai kata untuk menggambarkan persaan saya saat ini. Cuma kalimat “Dont give a fuck” yang menurut saya cukup pantas untuk mendeskripsikan apa yang saya rasakan.

Anda juga perlu mengaplikasikan sikap Bodo amat dalam hidup anda!

Continue reading “Don’t Give a Fuck— Part 1 : Kesialan Dari Teknologi.”

Apa itu Mongo DB, Perkenalan dan Teknologi yang digunakannya.

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas database noSQL dan jenis-jenisnya. saya ingin menyegarkan kembali ingatan anda tentang database noSQL dengan model document singkatnya database model ini direpresentasikan dalam bentuk objek document dengan penulisan format Json.

Hubungannya dengan mongoDB adalah bahwa database mongoDB menganut konsep Document database, dan dalam pembuatannya mongoDB ditulis dengan menggunakan bahasa pemograman C++.

Jika anda terbiasa dengan database SQL yang berupa tabel saling berelasi mungkin sedikit mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan MongoDB. Karena saya mengalami hal serupa saya memerlukan waktu untuk membiasakan diri menggukan database model document. Disamping itu pula saya menganggap standart database relational lebih mudah untuk menetapkan aturan dan kiteria yang kita perlukan. Dan cukup memperhatikan normalisasi pada database agar tidak terjadi redudansi data (duplikasi data).

Namun setiap teknologi yang ada akan membawa plus-minus nya masing-masing. Penggunaan database SQl / relational database cenderung kaku dan tidak flexible, Jauh berbeda dengan model database document yang memberikan flexibelitas yang tinggi dalam pengelolaan data karena penyimpanan dan pemanipulasiannya terjadi dalam objek.

Perhatikan gambar dibawah ini untuk mengingatkan kembali ingatan anda kembali tentang pembahasa kita tentang database document dan flexiblelitas penggelolaan data dalam sebuah objek.

contoh penulisan objek dokumen dengan format penulisan Json.

Document dan Koleksi pada MongoDB

Kita akan membuat suatu analogi agar tidak bingung untuk memahami document dan koleksi pada MongoDB. Karena MongoDB menggunakan konsep model document. Jadi kumpulan beberapa document dalam satu file yang sama dapat dianalogikan layaknya table pada database SQL / relational database. Sedangkan Document sendiri dapat dinyatakan seperti record. Properti dalam objek dapat dinyatakan seperti kolom dan terakhir adalah setiap properti memiliki value mereka masing-masing.

contoh analogi document pada MongoDB

JSON (Javascript Object Notation)

Json merupakan representasi dari database model document jadi kita akan membahas bagaimana cara penulisan data dengan format json. Atau anda dapat menuju link di bawah ini untuk membaca langsung pada dokumentasi dari Json.

documentasi resmi Json

mengapa dinamakan Json? apakah Json adalah Javascript?

mari kita jawab satu persatu, dinamakan JSon karena format penulisannya mengadopsi penulisan data object pada javascript sehingga format ini di namakan notasi objek javascript, bagi anda yang sudah familiar dengan bahasa objek javascript pasti tidak akan mengalami kebingungan lagi untuk memahaminya.

Pertanyaan yang kedua. Sama sekali Json bukan bagian dari javascript! Json merupakan format penulisan yang mandiri dan dapat berdiri sendiri karena dengan hadirnya Json ini dapat menjadi jembatan dari sekian banyak bahasa pemograman untuk saling berkomunikasi karena hampir semua bahasa pemograman modern mendukung format penulisan data json.

Struktur penulisan json terbagi menjadi dua yaitu:

1. Struktur Berupa objek
yaitu penulisannya di awali dengan tanda buka kurung kurawal dan di akhiri oleh tutup kurawal, dimana setiap value diikat oleh properti/atribut. dan setiap objek atau properti dipisahkan dengan koma (,)

bagi anda yang masih bingung bisa melihat potongan kode berikut ini

[{
  "nama" : "iqbal",
  "umur" : 23
}, 
{
  "nama" : "niyaz",
  "umur" : 2
}]

2. Struktur Berupa Array

Sama seperti penulisan array pada umumnya yang diawali dengan kurung buka siku [ dan diakhiri dengan kurung tutup siku ]. Menurut saya array adalah cara yang baik untuk mengelolah data. Semoga kedepannya saya bisa menulis tutorial kusus mengenai hal ini.

untuk penggambarannya dapat di lihat gambar berikut ini.

value dalam array dapat berupa objek, karena kebiasaan saya dalam membuat aplikasi dengan format Json meletakan data kedalam array.

Sedangkan value pada Json dapat berupa objek, array, number, string, boolean dan Null. Untuk objek dan array dapat juga berupa nested object (objek bersarang) atau nested array (array bersarang).

BSON (Binary Json)

Dokumen-dokumen yang disimpan dalam sebuah disk (hdd, ssd atau sebuah server) akan di tulis dengan format binary json. Untuk anda yang masih belum familiar dengan Bson anda dapat mengunjungi link berikut ini

the BSON specification

Format biner Bson memiliki fitur yang ringan dibandingkan dengan format biner yang lainnya, karena bson memiliki karakteristik ligthwight (ringan) ini menjadi hal penting melakukan transformasi data ke sebuah web. Selain itu Bson memiliki karakteristik Traversal (mudah dilalui) dan yang terakhir adalah karakteristik bson yang Efecient (efesien) yang menjadikannya memilki peforma yang sangat cepat dan mudah dinavigasi saat encode dan decode data.

berikut ini adalah beberapa tipe dari data yang di representasikan dalam format Bson:

  • String UTF-8 (string)
  • Integer 32-bit (int32)
  • Integer 64-bit (int64)
  • Floating point / bilangan pecahan (double)
  • Document (document)
  • Array (document)
  • Binary data (binary)
  • Boolean false (\x00 or byte 0000 0000)
  • Boolean true (\x01 or byte 0000 0001)
  • Null value ()
  • Regular expression (cstring)
  • JavaScript code (string)
  • JavaScript code w/scope (code_w_s)
  • • ObjectId (byte*12)

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas kita akan menarik kesimpulan mengapa kita perlu mempelajari mongoDB guna membangun aplikasi yang moderen.

  1. MongoDB menganut model document database ini yang menjadikan mongoDB dalam mengelolah data menjadi lebih flexible berdasarkan kebutuhan dari aplikasi
  2. MongoDB menggunakan format penulisan Json yang mana hampir semua bahasa pemogramanan moderen mendukung penuh format pernulisan ini.
  3. MongoDB menggunakan format penyimpanan data dalam sebuah disk dalam bentuk BSON (Binary Json) yang memiliki karakterisktik, ligthweight (ringan), traversable (mudah dilalui) dan efecient (efesien).

Apa Itu Database noSQL dan Jenis – Jenis Database noSQL

Sewaktu masih menjadi mahasiswa saya mendapatkan materi Database. Database yang kami pelajari adalah SQL yakni database dengan konsep struktural berupa table yang saling berelasi, dan kami selalu menggunakan SQL untuk urusan pengelolaan data dalam pengembangan suatu aplikasi, terutama dengan DBMS (database management system) MySQL.

Continue reading “Apa Itu Database noSQL dan Jenis – Jenis Database noSQL”

Depresi: Semua Orang Pernah Mengalaminya

Siapa saja ingin bahagia!? tentu semua orang menginginkannya! judul ditulisan ini sangat menyebalkan karna bukan depresi yang kita mau. bahkan orang gila pun tak mau lagi depresi berlebihan lalu mereka memilih berbahagia dengan kegilaannya (tak mampu menahan depresi), melakukan apa saja yang mereka senangi dan dianggap wajar bagi mereka.

Continue reading “Depresi: Semua Orang Pernah Mengalaminya”

Bahaya Pornograpi dan Efek yang Ditimbulkan

Porno bukanlah suatu hal yang tabu, bukan pula hal yang asing lagi. Karena dengan modal kuota internet, wifi internet dan apapun nama jaringannya asal terhubung dengan internet,  baik dia yang sudah berkeluarga, yang tua, yang muda, yang remaja, laki-laki, perempuan, dan anak-anak dapat mengakses situs yang menyediakan konten porno bisa berupa tulisan ataupun vidio.

Continue reading “Bahaya Pornograpi dan Efek yang Ditimbulkan”