Don’t Give a Fuck: Part2 — Mimpi Adalah Sebuah Kecemasan

Aku berasal dari kota Pontianak, sebuah ibukota untuk provinsi Kalimantan barat. Kota Pontianak terletak percis dengan garis lintang khatulistiwa. Jadi secara geografis Pontianak adalah kota yang sangat panas.

Sejenak aku teringat sebuah kejadian yang jauh diluar nalarku. Tepatnya pada bulan Juli yang merupakan bulan di musim panas. Sangat panas sekali seakan ubun-ubun dikepalaku terbakar dan seperti ada uap dipermukaan kulitku.

Saking panasnya aku mampir disebuah kafe, mencoba menghilangkan dahaga dan menjamu kerongkonganku yang hampir tebakar oleh teriknya matahari. Seperti biasa aku memesan minuman favorit yaitu kopi hitam dengan sedikit gula plus sebotol air mineral denga ukuran sedang.

Tibalah minuman pesananku dan diletakan oleh mbak waiters diatas meja tepat disamping tempatku duduk dengan santai. Berbaliklah mbak itu dan pergi menjauh dari posisiku.

Sesaat tangan ini reflek mengangkat keatas. Karena mbak waiters tidak melihat lambaian tangan, aku mencoba memanggilnya. “Mbak?!…..” dia menoleh dan menuju kembali kearah ku untuk sekian kalinya.

Entah mengapa hati ini rasa terdorong untuk memesan es lemon tea. Padahal sangat jarang sekali aku memesan minuman dengan es. Karna juga tidak terlalu suka minum-minuman yang di campur es. Tapi ya sudahlah bodo amat, aku ikuti keinginan nafsu aku untuk minum es lemon tea!

“mbak es lemon tea nya satu yah mbak!” pesan aku

“oke bang, ada lagi yang mau dipesan?” kembali dia bertanya.

“nggak mbak”

kembalilah mbak waiters untuk membuatkan pesanan aku. Dan aku mengambil tas kemudian merogoh isi dari tas aku. Laptop yang aku ambil. Karena untuk berpergian kemana-mana aku selalu membawa laptop.

aku berselancar didunia maya menelusuri dan mencari informasi agar rasa kehausan terhadap keingintahuan dapat teramu. Disela keasikan bermain laptop, update informasi terkini tentang pemograman aku dikejutkan dengan seekor beruang. Anehnya beruang ini mengenakan kemeja berwarna kuning dengan corak pattern pohon kelapa berpadukan buah nanas.

Tidak seperti beruang pada umumnya dia menggunakan kacamata rebben hitam dan memakai topi ala cowboy. aku perhatikan betul beruang itu. Dia berjalan layaknya manusia dan menuju kearah meja dimana aku sedang duduk. Sampailah beruang itu dikediaman tempat duduk ku. Terus terang waktu itu aku merasa sangat ketakutan. Seakan ingin teriak namun tertahan di tenggorokan. Serasa ingin lari terbirit-birit namun tertahan karena rasa penasaran.

Beruang itu medongakkan kepalanya dan bertanya kepada ku.

“apakah kamu duduk sendirian? Dan bolehkah aku duduk disini?”

Ketakutan seketika berubah menjadi rasa keanehan. Spontan aku mengangguk saja isyarat menyetuji keinginan beruang

“terimakasih” ucap beruang. Kemudian dia melanjutkan pembicaraan.

“setiap hari aku berkeliling disetiap gang. Aku ketok pintu rumah dan aku mencoba jujur kepada tuan rumah serta mengatakan hal yang benar menurutku! Namun apalah daya aku selalu di usir, bahkan tidak sedikit dari mereka mengusir bahkan menyiramku”.

Karna sangat-sangat penasaran akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya. “memang apa yang kamu lakukan?”

“yah aku Cuma mengatakan hal yang baik untuk mereka” siberuang sambil melepaskan dari wajahnya dan meletakan kacamata di atas meja, kemudian dia melanjutkan “seperti begini, aku pernah pergi kerumah orang dan mengetuk pintu rumah itu, kudapati ada seorang ibu-ibu menggunakan kerudung tapi terlihat rambut depannya dan pakaian yang dikenakan sama ibu itu pun sangat sexy sehingga tampak tonjolan-tonjolan di tubuhnya. Sepontan ku katakan sama ibu itu. Ibu, jika aku menjadi suami ibu aku akan cemburu, penampilan macam apa ini? Ibu ingin menutupi aurat dengan jilbab tapi kok tak bener rambut pirang ibu masih tergelantung di dahi ibu dan pakaian ibu kekecilan sampai-sampai tonjolannya tampak dimana-mana, sudah itu besar lagi tuh tonjolannya rasa geram saja aku ingin meremasnya! Dan langsung saja tanpa ragu ibu itu membanting pintu tepat di arah muka ku”

Mendengarkan penjelasan si beruang membuat aku tertawa terkikih-kikih rupanya beruang ini tidak menakutkan akan tetapi beruang ini tukang nyinyir dan mesum!

Siberuang melanjutkan ceritanya “lalu pernah aku berjalan dimalam dalam sebuah gang aku melihat sekumpulan para pemuda duduk bersama-sama tapi sayangnya mereka Cuma asik sibuk sendiri dengan smartphone mereka. Ada yang sambil tertawa sendiri tidak jelas, ada yang sorak-sorak seperti orang gila. Pokoknya tingkah mereka tidak asik, menyebalkan dan tidak ada manfaatnya. Lantas aku samperin saja mereka dan aku mengatakan kepada mereka: untuk apa duduk-duduk disini sebaiknya tidur saja simpan energy kalian untuk besok subuh. Karna akan ada hal penting yang harus kalian lakukan besok. Semakin subuh kalian bangun maka semakin senang kalian, karna Cuma orang-orang depresi aja yang bangunnya kesiangan. Heh…. Kalian yang asik main game atau scrolling beranda sosmed berhentilah habiskan waktu kalian. Seperti disosmed kalian tidak akan menjadi orang yang hebat dengan menjadi sok tau di postingan kalian. Sok-sok jago politik tapi belajar politik pun belum, sok-sok ahli ekonomi tapi di kampus yang dikejar Cuma nilai akademik, sok-sok jadi ahli agama dan mau berdebat tapi ngaji pun tak pernah. Itu yang kukatakan lalu Sontak saja membuat mereka berang dan melempariku dengan sandal dan menyiramku dengan minuman-minuman mereka aku kabur saja daripada aku bonyok di keroyok pemuda alay”.

Perbincangan kami terhenti dengan datangnya waiters yang membawa es lemon tea yang aku pesan tadi.

“ini bang minumannya” ucap mbak waiters sambil merasa heran dan terbelalak matanya karena melihat beruang duduk dengan menggunakan kemeja warna kuning cerah.

“iya mbak simpan saja minumannya dimeja” pintaku.

“wah es lemon tea kesukaan ku!” diambilnya langsung oleh siberuang.

Dalam hati aku memberikan penilaian tentang beruang yang aneh dan tidak tau malu main comot aja tanpa meminta terlebih dahulu.

Beruang melanjutkan obrolan “oya aku lihat wajahmu penuh dengan kesedihan, tergambar jelas dari gesture tubuhmu. Kelihatan bergitu lemah dan tidak bersemangat. Kemudian tatapan matamu lesuh dengan lingkaran hitam mengelilingi matamu. Ini merupakan sebuah pertanda bahwa kamu sedang takut! Lantas apa yang kamu cemaskan?!”

Aku bergumam dalam hati mengapa beruang ini tahu bahwa aku sedang cemas. Penuh penasaran aku bertanya “loh kamu tau dari mana?”

Jawabnya “tau lah. Banyak orang sepertimu yang pernah kujumpai. Tenang saja kamu jangan gelisah dan jangan cemas memang mimpi kadang indah pada awalnya, seakan kita berada disana dan mendapatkan kenikmatan yang didambakan. Akan tetapi terlalu memikirkan mimpi dapat membuat kamu gelisah dan bahkan cemas seakan kamu tidak dapat meraih mimpi tersebut.”

Beruang meminum es lemon tea dengan sekali tegukan sepertinya dia sangat kehausan. Seperti orang yang sedang tersesat dipadang pasir. Kini dia pun memasang kembali kacamata rebben nya dan beranjak dari tempat duduknya. Sebelum dia pergi sempat siberuang menepuk pundakku. Dan berkata.

“jangan takut! Jujur saja dengan diri sendiri tentang siapa kamu saat ini. Jangan terlalu memikirkan hal yang belum pasti terjadi. Dan jika kamu punya hal yang kamu yakin terhadapnya lakukan. Jangan ditunda!”

Akhirnya dia pun pergi meninggalkan aku. Aku hanya bisa melihat dia memalingkan badan dan menjauh. Tampak kulihat adalah siberuang itu memakai baju dan tidak mengenakan celana. Kemolekan bokongnya pun melenggak-lenggok kekiri dan kekanan seperti aluan irama yang penuh keharmonian.

Membuat geleng-geleng kepala saja. Dari mana asal beruang itu?! ada-ada saja dengan dunia ini.

Namun nyinyiran dari dia ada benarnya juga karena mimipi sebenarnya dapat menjerumuskan siapapun. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Setiap orang memiliki keinginan mereka dimasa depan. Namum banyak orang juga memikirkan tentang kegagalan dalam mencapainya sehingga yang muncul hanya rasa takut. Sekali lagi rasa takut bertambah karena kita terus menerus saja memikirkannya. Malah yang terjadi adalah dihantui oleh rasa takut. Tidak berhasil mengejar mimpi yang ada hanya menambah catatan stress dalam kehidupan.

Yang paling bijak adalah anda perlu menarik pikiran anda yang melangkah sangat jauh dimasa depan yang masih abstrak dan tidak bisa diprediksi dengan pasti. Tariklah pikiran itu pada saat ini. Diwaktu ini. Coba berkenalan dengan anda disaat ini. Dan kerjakan apa yang menjadi hal yang harus dikerjakan saat ini.

Tidak akan ada masa depan tanpa hari ini. So mengapa mencemaskan masa depan?!

Dan tidak ada yang melarang anda untuk bermimpi, tetapi jangan sampai aja anda terbuai oleh mimpi dan malah menjadi angan. Tidak berarti, cuma menghabiskan energy dan waktu untuk memikirkannya. Anda cukup perlu melakukan hal-hal kecil untuk memulai mewujudkannya.

Seperti ketika saya memimpikan menjadi professional dibidang teknologi pemograman dan belum ada kesempatan untuk terjun bekerja dibidang itu saya berusaha bangkit dari rasa pesimis, frustasi dan depresi saya. Sepenuhnya saya menyadari kondisi saat ini. Kemudian saya mencoba melakukan hal kecil dengan menulis blog tentang apa yang telah saya pelajari.

Setidaknya rasa cemas berkurang dan menjadi harapan baru untuk saya benar-benar terjun didunia IT, bekerja di dunia IT, berkarya didunia IT, dan menjadi professional dibidang IT.

Terkahir, anda jangan cemas. Jangan ber-angan jauh santuy dan jalani dengan baik saat ini.

anda bisa juga baca artikel saya tentang cemas, linknya dibawah ini yah!

Untuk kamu yang sedang cemas dan resah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s