Don’t Give a Fuck— Part 1 : Kesialan Dari Teknologi.

“Bodo amat adalah resep untuk membuat anda bahagia”!

Saya sudah coba merangkai kata untuk menggambarkan persaan saya saat ini. Cuma kalimat “Dont give a fuck” yang menurut saya cukup pantas untuk mendeskripsikan apa yang saya rasakan.

Anda juga perlu mengaplikasikan sikap Bodo amat dalam hidup anda!

Anjuran saya memang terlihat frontal dan kasar, namun ini juga bisa menjadi pil pahit yang mengobati hidup anda yang sedang gundah gulana, dan tidak bahagia!

Sekali lagi anda akan mengerenyitkan dahi karena merasa heran dengan apa yang saya tulis pada beberapa kalimat terakhir! tapi pliss jangan paksa saya untuk mengulangi perintah yang sama.

Saya akan menggambarkan kondisi saat ini yaitu berkaitan dengan teknologi. Sialnya kita hidup dijaman dengan percanggihan teknologi yang tidak bisa dibendung. Hampir tiap hari bahkan hitungan menit telah tercipta teknologi yang terbarukan. Bahkan artikel yang saya tulis, dan yang sedang anda baca saat ini adalah hasil dari perselingkuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Memang saya tidak bisa menyangkal banyak hal baik yang dibawa oleh teknologi, karna saya pun bergelut dibidang ini. Karna dengan teknologi dulu yang semulanya lambat menjadi cepat, yang semulanya kuno menjadi canggih, yang semulanya tidak tahu menjadi tahu, ada banyak sekali hal yang tidak bisa saya utaran satu persatu.

Namun semua hal yang menyenangkan, mudah dan enak akan menimbulkan efek yang sangat menyebalkan. Seperti adanya perseteruan antara setan dan malaikat untuk membisikan hati manusia. Karena pembahasan teknologi sangat panjang kita akan membuat batasannya yakni teknologi smartphone (karna orang banyak punya, dan ada orang yang tidak bisa lepas darinya).

Apa saja penyebab buruknya yang ditimbulkan?

Hedonisme, hampir semua orang yang punya smartphone pasti memiliki akun jejaring sosial media. Salah satu contohnya adalah Faceb**k banyak teman diakun saya saling berlomba-lomba menunjukan upload kegiatan mereka yang penuh dengan hedonis yang artinya mereka menunjukan kenikmatan dan kebahagian semu mereka.

Sinting karna Like, tidak sedikit juga menunggu tanggapan dari postingan yang telah mereka upload, seperti tanggapan like atau love. Mereka menunggu dan akan bahagia jika jumlah like atau love sudah banyak. Bukan kah ini suatu sikap yang bisa buat orang menjadi sinting?!

Hang-Out Bangsat, sering kali saya kumpul bareng sama teman dikafe-kafe atau dimanapun itu tempatnya, Hang-out kami menjadi garing dan menyebalkan, bagaimana tidak. Perasaan saya menjadi gimana gituh jika dicuekin, ada yang sibuk chatingan, ada juga yang sibuk main game. Padahal momentum kumpul bareng ini dapat berfungsi sebagai tali silaturahmi dan bertukar gagasan-gagasan.

Generasi-genrasi Alay, sudah tau kan gimana kondisi saat ini? Alay! kenapa saya berani mengatakan itu, liat saja anak-anak sekarang lebih mengenal atta halilitar, young lex dan ria ricis dari pada mengenal sosok Nabi Muhammad. karna sekali lagi siappun figur yang mereka senangi itu lah yang akan mereka tiru. Lantas bagaimana dengan emak-emak dan bapak-bapak milenial? Sama Alaynya! kebanyakan yang saya perhatikan mereka sibuk dengan HP mereka ketawa-ketawa sendiri daripada meluangkan waktu untuk menjalin keharmonisan dalam rumah tangga.

Omongan Bodoh, ini terkait dengan komunitas di publik antah berantah nan jauh disana sebut saja nama neraganya konoha biasanya juga komunitas ini memperkenalkan dirinya dengan nama netijen indonesiah. Masih ingat dengan jelas di benak saya tentang semboyan hidup komunitas ini yaitu “maha benar netijen dengan segala bacotannya”. Inilah yang menjadi sebab-musabab mengapa mereka kelihatan bodoh omongannya karena mereka suka komentar salah satu postingan sosial media dan berbicara berdasarkan presepsi mereka tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

Ngemeng Doang, yap benar saja banyak juga saya temui di sosial media orang berlomba-lomba membagikan, dan membuat quote bijak, berbicara tentang agamis tapi faktanya tidak sedikit dari mereka cuma ngemeng dong. Aslinya banyak yang bengis kadang perilaku mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka tulis. contohnya saja oknum yang menulis “jangan sombong” tapi di timeline nya memamerkan hal-hal yang glamor dan hedon. Berikutnya ada yang posting foto dengan posisi setengah telanjang dan ada yang komentar tidak menyenangkan “mbak sexi tititnya gede” lalu yang posting marah dan membalas “komen yang sopan yah!”. Omegat omongan sopan hanya menjadi omongan saja.

Sok Pintar, saya menyesalkan sikap bodoh saya dan tetap mempertahankan hal tersebut. Dulu tahun 2014 saya sedang aktif-aktifnya menggunakan sosmed. Dalam sosmed saya suka gabung disalah satu forum perdebatan, seperti perdebatan tentang perbedaan agama. Kala itu keyakinan yang saya anut merupakan ajaran yang paling benar menurut saya, dengan bar-bar saya menghujat dan memaki dalam kolom komentar setiap postingan. Saya terlarut dan menghabiskan banyak waktu untuk online, sampai pada akhirnya saya mulai lelah dan menyadari saya tidak mendapatkan apa-apa dari hal itu! malah yang ada cuma perasaan tidak tenang dan gelisah. Karena hari-hari dilewati dengan online maka menjadi sebuah kebiasaan baru yaitu kondisi yang tidak pernah melewati satu hari tanpa online di sosmed seakan telah menjadi lifestyle baru. Kemudian akhirnya bosan dengan perdebatan agama beralih ke topik yang berbeda yaitu pilpres karena di tahun itu adalah momentum pesta demokrasi. Hampir tiap hari saya menatap saat saya menatap monitor dan selalu memperdebatkan antara cebong dan kampret sampai-sampe saling ejek dan hinaan tidak terhindarkan lalu malah menambah catatan dendam. Sungguh bodoh dan unfaedah!

Balada Cemas dan Gelisah, disosmed orang-orang selalu menceritakan kebaikan hidup mereka atau pun membagikan hal yang membuat rusuh. Ini merupakan hal buruk jika terus menerus dikonsumsi. Ajang pamer disosmed tentang kebahagiaan hidup mereka akan mensugesti pembaca untuk terus mengejar kenikmatan malah akan membuat kita memiliki kondisi psikologi cemas akan masa depan, karena tanpa berlandaskan sikap penerimaan diri pada saat itu akan membuat kita cemas dalam mengejar apa yang kita inginkan. Hal burung yang di bagikan juga tidak baik seperti posting buruk mengenai ekonomi saat ini yang anjlok, pembunuhan, phk dan kemunduran demokrasi akan memberikan informasi ke otak untuk bersikap pesimis selalu takut dan gelisah.

Mengidap Depresi, anda tahu penyakit apa yang paling mematikan? apa itu kanker? diabetes? jantung koroner? BUKAN!. Yang benar untuk era milenial saat ini adalah depresi. Depresi sangat mudah menyerang kaun milenial saat ini. Hubungan dengan teknologi apa? yah anda pinter cuk. karena anda tidak akan menjadi apa-apa atau anda tidak penting jika menghabiskan waktu dengan teknologi smartphone/gadget/komputer dan sejenisnya.

Btw ada tulisan saya juga loh tentang depresi

DEPRESI!!

saya rasa begitu lah beberapa efek buruk yang ditimbulkan dari ketidakbijakan menggunakan smartphone. bagaimana sikap yang baik? anda cuek! bodoamat. jangan terlalu fokus dengan smartphone fokus terhadap apa yang harus anda kerjakan saat ini! jika anda pelajar, maka belajar dengan baik dan benar. kalo pengusaha berdaganglah dengan baik dan jujur, kalo pekerja yaitu bekerjalah dengan tulus dan ikhlas. jika anda pengangguran setidaknya jangan menghabiskan waktu dengan smartphone, kalo bingung mau ngapain, bacalah buku dan tulilah apa yang anda baca agar orang lain mendapatkan manfaat dari tulisan anda, atau paling tidak olahraga aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s